Tropic Host

IT-Tools di VPS: memasang 86 alat untuk developer

6 min dibaca
Tropic
IT-Tools di VPS: memasang 86 alat untuk developer

IT-Tools: 86 alat developer dalam satu VPS

Anda perlu mendekode JWT, mengubah JSON menjadi YAML, memeriksa ekspresi cron, menghitung subnet, atau membuat kode QR. Biasanya Anda harus membuka beberapa situs acak, menutup iklan, lalu menempelkan data ke masing-masing situs satu per satu.

IT-Tools menggantikan kumpulan tab tersebut dengan satu dashboard. Versi proyek saat ini mencakup 86 utilitas untuk pengembangan, administrasi, jaringan, teks, dan data. Ini bukan proyek kecil yang tidak dikenal: ketika artikel ini disiapkan, repositorinya telah mengumpulkan lebih dari 40.000 bintang di GitHub, sedangkan image Docker resminya telah melampaui 10 juta unduhan. Layanan ini gratis, bersifat open source, dan dapat berjalan di server Anda sendiri dalam satu container.

Di bawah ini kita akan melihat mengapa IT-Tools berguna, VPS seperti apa yang dibutuhkannya, dan cara menyediakan dashboard ini secara aman melalui domain Anda sendiri.

IT-Tools dalam lima langkah

  1. Siapkan VPS Linux dengan Docker.
  2. Jalankan container IT-Tools resmi.
  3. Periksa dashboard pada port 8080.
  4. Hubungkan subdomain dan aktifkan HTTPS melalui reverse proxy.
  5. Batasi akses dengan VPN, SSO, atau autentikasi tambahan.

Untuk pengujian cepat, satu perintah sudah cukup:

docker run -d \
  --name it-tools \
  --restart unless-stopped \
  -p 8080:80 \
  corentinth/it-tools:latest

Setelah container berjalan, buka http://SERVER_IP:8080.

Pilihan ini cocok untuk pengujian, tetapi tidak untuk akses publik permanen. Sebaiknya tutup port 8080 yang terbuka dan letakkan aplikasi di balik HTTPS serta sistem kontrol akses.

Apa itu IT-Tools

IT-Tools adalah kumpulan alat web kecil untuk developer dan profesional yang bekerja dengan infrastruktur TI. Proyek ini didistribusikan berdasarkan lisensi GNU GPLv3, dan kode sumbernya tersedia di GitHub.

Aplikasi ini dibangun dengan Vue dan TypeScript. Build produksi berupa antarmuka statis yang disajikan oleh Nginx di dalam container resmi. Aplikasi ini tidak memerlukan database terpisah, Redis, atau server aplikasi. Karena itu, IT-Tools menggunakan sedikit resource dan cocok bahkan untuk VPS kecil.

Alat-alatnya dibagi ke dalam sepuluh kategori:

TugasContoh alat
Kriptografitoken, UUID, ULID, hash, HMAC, bcrypt, RSA
KonversiBase64, JSON, YAML, TOML, XML, CSV, Markdown
Pengembangan webJWT Parser, URL Parser, Basic Auth, OTP, kode status HTTP
DevOpscrontab, chmod, SQL Formatter, Docker Run to Docker Compose
Jaringansubnet dan rentang IPv4, alamat MAC, IPv6 ULA
Teks dan mediaperbandingan teks, statistik, slug, QR dan QR Wi-Fi

Ini bukan direktori berisi tautan: setiap alat terbuka di dalam dashboard bersama dan langsung siap digunakan.

Mengapa IT-Tools lebih praktis daripada layanan online acak

Satu antarmuka menggantikan puluhan tab

Anda hanya perlu menyimpan satu alamat, misalnya tools.example.com. Pencarian dibuka dengan Ctrl + K di Windows dan Linux atau Cmd + K di macOS. Pencarian mencakup nama, deskripsi, dan kategori, sehingga utilitas yang dibutuhkan dapat ditemukan dalam hitungan detik.

Favorit menyesuaikan kebutuhan pengguna

Alat yang sering digunakan dapat disematkan dan diurutkan dengan cara menyeretnya ke posisi yang diinginkan. Daftar ini disimpan secara lokal di browser. Akun terpisah tidak diperlukan, tetapi favorit tidak disinkronkan antarperangkat dan akan hilang setelah data situs dihapus.

Dashboard dapat dipasang sebagai aplikasi

Proyek ini menyertakan dukungan PWA. IT-Tools dapat ditambahkan ke desktop atau layar utama ponsel dan dijalankan di jendela terpisah.

Server sendiri memberi Anda lebih banyak kendali

Saat menggunakan konverter publik, Anda harus mempercayai pemilik situs, analitiknya, dan skrip apa pun yang terhubung. Instance IT-Tools milik Anda sendiri berjalan di infrastruktur yang Anda pilih, sedangkan instalasi standar tidak memerlukan penyimpanan sisi server untuk data yang Anda masukkan.

Self-hosting tidak membuat setiap generator menjadi alat keamanan tersertifikasi. Seed phrase, private key, dan rahasia penting lainnya sebaiknya dibuat di lingkungan terisolasi dengan alat khusus.

Alat yang paling menghemat waktu

  • JWT Parser menampilkan header dan payload token. Ini berguna saat men-debug autentikasi, tetapi decoding tidak memverifikasi keaslian signature.
  • Docker Run to Docker Compose mengubah perintah peluncuran yang panjang menjadi file Compose yang mudah dibaca. Path, secret, dan network tetap harus diperiksa secara manual setelah konversi.
  • Crontab Generator membantu membuat jadwal dan menerjemahkannya menjadi deskripsi yang mudah dipahami.
  • IPv4 Subnet Calculator menampilkan mask, rentang, alamat broadcast, dan jumlah alamat yang tersedia.
  • Konverter JSON, YAML, TOML, dan XML berguna saat bekerja dengan API, file konfigurasi, dan file deployment.
  • Wi-Fi QR Code Generator membuat kode untuk menghubungkan perangkat ke jaringan tamu atau kantor tanpa memasukkan kata sandi secara manual.

IT-Tools tidak menggantikan command line, CI/CD, atau pengujian otomatis. Jika suatu tindakan harus diulang ratusan kali, sebaiknya ubah tindakan tersebut menjadi script. Kekuatan dashboard ini adalah operasi satu kali yang cepat dan pemeriksaan hasil secara visual.

Untuk siapa IT-Tools dibuat

Developer mendapatkan akses cepat ke alat JWT, pemformatan data, SQL, dan regular expression. Engineer DevOps dapat memanfaatkan cron, chmod, perhitungan jaringan, dan konverter Docker. Tim kecil dapat menggunakan IT-Tools sebagai halaman internal di domainnya sendiri, sedangkan pemilik homelab dapat menjadikannya layanan self-hosted pertama yang sederhana dan tidak memerlukan database.

Persyaratan server IT-Tools

Proyek resmi tidak menetapkan persyaratan hardware yang ketat. Untuk dashboard mandiri, konfigurasi awal praktis berikut biasanya sudah cukup:

  • 1 vCPU;
  • 1 GB RAM;
  • ruang disk 5–10 GB untuk Linux, image, dan log;
  • Ubuntu, Debian, atau distribusi Linux lain dengan Docker;
  • alamat IP publik dan domain jika layanan diperlukan di luar jaringan lokal.

Container itu sendiri dapat berjalan dengan memori yang lebih kecil, tetapi 1 GB memberikan ruang bagi sistem operasi, SSH, update, dan reverse proxy. Jika dijalankan bersama aplikasi lain, perhitungkan beban gabungannya.

Memasang IT-Tools dengan Docker Compose

Untuk penggunaan jangka panjang, Compose lebih praktis karena seluruh konfigurasi tersimpan dalam satu file.

sudo mkdir -p /opt/it-tools
cd /opt/it-tools
sudo nano compose.yaml

Tambahkan:

services:
  it-tools:
    image: corentinth/it-tools:latest
    container_name: it-tools
    restart: unless-stopped
    ports:
      - "127.0.0.1:8080:80"

Jalankan container:

sudo docker compose up -d
sudo docker compose ps
curl -I http://127.0.0.1:8080

Binding ke 127.0.0.1 berarti port tersebut hanya tersedia di dalam VPS. Pengguna eksternal akan terhubung melalui reverse proxy.

Jika perintah docker compose tidak tersedia, pasang Docker Engine dan plugin Docker Compose terbaru dari repositori resmi Docker. Perintah lama docker-compose tidak diperlukan untuk instalasi baru.

Cara menghubungkan domain, HTTPS, dan perlindungan akses

Buat record DNS A yang mengarah ke IP server, misalnya tools.example.com. Kemudian konfigurasikan Nginx, Caddy, atau Traefik. Untuk Caddy, konfigurasi berikut sudah cukup:

tools.example.com {
    reverse_proxy 127.0.0.1:8080
}

Caddy akan meminta sertifikat TLS dan menyediakan aplikasi melalui HTTPS, sementara port 8080 tetap tidak dapat diakses dari internet.

Distribusi IT-Tools standar tidak menyertakan sistem pengguna dan peran secara lengkap. Untuk dashboard internal, tambahkan salah satu metode perlindungan berikut:

  • WireGuard, Tailscale, atau VPN lainnya;
  • autentikasi pada reverse proxy;
  • SSO melalui Authelia, Authentik, atau penyedia identitas perusahaan;
  • pembatasan akses berdasarkan alamat IP.

Subdomain yang "rahasia" bukanlah langkah keamanan: subdomain tersebut dapat ditemukan melalui log transparansi sertifikat atau pemindaian DNS.

Update dan backup

cd /opt/it-tools
sudo docker compose pull
sudo docker compose up -d
sudo docker image prune -f

Tag latest praktis untuk instalasi di rumah, tetapi di lingkungan stabil sebaiknya gunakan tag image atau digest yang sudah diuji. Repositori sumber dapat berkembang lebih cepat daripada container stabil: build nightly yang lebih baru hanya boleh digunakan setelah diuji.

Backup yang rumit tidak diperlukan karena tidak ada database di server. Simpan compose.yaml, konfigurasi reverse proxy, dan pengaturan akses. Favorit disimpan di browser dan tidak akan termasuk dalam backup server.

IT-Tools di VPS dari tropic.host

IT-Tools merupakan pilihan yang baik sebagai layanan self-hosted pertama di VPS: aplikasi berjalan dalam satu container, tidak memerlukan database, dan hampir tidak menimbulkan beban terus-menerus. Dashboard dapat ditempatkan di subdomain terpisah, diamankan dengan HTTPS, dan dibuat hanya tersedia melalui VPN atau autentikasi.

VPS Linux dasar dari tropic.host cocok untuk tugas ini. Anda dapat memulai dengan konfigurasi kecil, lalu menggunakan server yang sama untuk aplikasi Docker ringan lainnya selama RAM dan ruang disk mencukupi. Faktor terpenting adalah jaringan yang stabil, update rutin, dan akses yang dikonfigurasi dengan benar.

Kesimpulan

IT-Tools mengubah puluhan tugas teknis kecil menjadi satu dashboard yang jelas. Di dalamnya tersedia konverter, generator, kalkulator jaringan, serta alat untuk JWT, Docker, cron, SQL, teks, dan kode QR.

VPS kecil dan Docker sudah cukup untuk menjalankannya. Instalasi publik sebaiknya ditempatkan di balik HTTPS dan dilindungi dengan VPN, SSO, atau autentikasi tambahan.

FAQ

Apakah IT-Tools gratis?

Ya. Proyek ini bersifat open source dan didistribusikan berdasarkan lisensi GNU GPLv3. Anda dapat menjalankannya di server sendiri tanpa biaya lisensi.

Berapa banyak alat yang tersedia di IT-Tools?

Registry proyek saat ini berisi 86 utilitas dalam sepuluh kategori. Daftarnya masih terus berkembang, sehingga jumlah tersebut dapat berubah pada versi mendatang.

Apakah IT-Tools mengirimkan data yang dimasukkan ke server?

Versi self-hosted adalah aplikasi statis sisi klien tanpa database terpisah. Sebagian besar pemrosesan dilakukan di browser. Keamanan tetap bergantung pada server, image Docker, browser, ekstensi, dan pengaturan akses.

VPS seperti apa yang dibutuhkan IT-Tools?

Untuk dashboard mandiri, 1 vCPU, RAM 1 GB, dan ruang disk beberapa gigabyte biasanya sudah cukup. Ini adalah rekomendasi praktis dengan ruang tambahan untuk Linux, Docker, dan reverse proxy, bukan persyaratan resmi.

Apakah IT-Tools dapat disediakan untuk seluruh tim?

Ya. Deploy layanan di domain terpisah, aktifkan HTTPS, lalu batasi akses melalui VPN, SSO, Basic Auth, atau allowlist alamat IP.